Postingan

Kenali 4 Macam Teori Belajar yang Bisa Diterapkan

Gambar
  TEORI belajar menjadi suatu hal yang patut diketahui oleh para guru hingga orangtua. Sebab, macam-macam teori belajar dikatakan akan berpengaruh secara tidak langsung dengan ilmu yang akan diserap murid. Hal itu pun secara langsung juga dapat berkaitan dengan prestasi akademik yang mampu diraihnya. Dengan menggunakan teori belajar yang tepat, tidak mustahil bagi sang murid untuk memperoleh prestasi hingga kemampuan yang gemilang. Namun yang harus dipahami sebelumnya, teori belajar dan istilah belajar itu berbeda. Teori adalah kumpulan konstruk yang mampu menggambarkan fenomena secara sistematis. Fenomena tersebut bisa fenomena alam atau fenomena sosial. Sedangkan definisi belajar menurut KBBI adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.  Baca juga: Ini Harus Diperhatikan Orangtua Saat Mengajari Anak Berbagi Macam Teori Belajar Berikut merupakan ragam teori belajar yang dapat kita pahami dirangkum dari berbagai sumber. Teori Belajar Behavioristik Gage dan Berliner adalah ...

KONSEP MERDEKA BELAJAR MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

Gambar
  Menurut KHD, mendidik dan mengajar  adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani. Hal positif yang bisa diterapkan di kelas/sekolah sesuai dengan budaya Jawa/ orang Banyumas yang berkarakter seperti tokoh Banyumas yaitu Semar/ Bawor yang sifatnya adalah suka momong, walaupun sakti beliau tidak pernah sombong dan selalu memperhatikan akhlak yang mulia (memperhatikan tata krama terhadap orang tua, juga sayang terhadap yang lebih muda, dekat dengan Tuhan),  bekerja itu tidak hanya mengandalkan otak semata,tetapi juga dengan kerja keras, maka dibutuhkan keterpaduan kerja otot dan otak untuk hasil yang maksima, rajin, suka bekerja keras dan cekatan (cancudan: bhs Banyumas).   Sama dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pengembangan budi pekerti (olah cipta, olah karya, olah karsa, dan olah raga) yang terpadu menjadi satu kesatuan. Hasil hasil positif yang ses...

Teori Gagne: Fase-fase Belajar, Tipe-tipe Kegiatan Belajar, dan Hirarki Belajar

Gambar
  Gagne mendefinisikan bahwa belajar adalah sebuah perubahan perilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu atau dari pembelajaran yang direncanakan. Pandangannya tentang belajar itulah yang membuat Gagne menjadi salah satu tokoh pendidikan yang cukup ternama dan sukses memberikan pengaruh besar terhadap bidang pendidikan serta psikologi secara umum. Lalu, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan panduan pengalaman masa lalu atau dari pembelajaran yang direncanakan? Seperti apa perubahan perilaku yang terjadi akibat dari belajar menurut Gagne? Di bawah ini, kita akan membahas tentang berbagai pemaparan tentang teori Gagne, mulai dari biografi pelopornya yaitu Robert Mills Gagne, dan lain sebagainya. Biografi Robert Mills Gagne   Robert M. Gagne ini lahir pada tahun 1916, dimana Ia adalah seorang ahli psikolog pendidikan yang sudah berhasil mengembangkan suatu pendekatan yang eklektik tentang psikologi. Salah satunya yaitu teori pembelajaran yang didasar...

Teori Kerucut Pengalaman Dari Edgar Dale

Gambar
  Kerucut pengalaman atau cone of experience diperkenalkan oleh Edgar Dale pertama kali pada tahun 1946, dalam bukunya yang berjudul Audiovisual Methods in Teaching, tentang metode audiovisual dalam pengajaran. Kemudian, ia merevisinya pada pencetakan kedua pada tahun 1954 dan revisi lagi pada tahun 1969. Kerucut pengalaman Edgar Dale menunjukkan pengalaman yang diperoleh dalam menggunakan media dari paling konkret (di bagian paling bawah) hingga paling abstrak (di bagian paling atas). Awalnya pada tahun 1946 Dale menyebutkan kategori pengalaman sebagai berikut : 1) pengalaman langsung, pengalaman yang disengaja, (2) pengalaman yang dibuat-buat, (3) partisipasi dramatis, (4) demonstrasi, (5) kunjungan lapangan, (6)pameran, (7) gambar bergerak, (8) rekaman radio, gambar diam (audio dengan visual gambar) (9) simbol visual, (10) simbol verbal. Dale mengklaim bahwa klasifikasinya sederhana dan berkualitas.Pada waktu itu guru-guru amat terpikat pada kerucut pengalaman ini, karena dapat ...

Profil Pelajar Pancasila

Gambar
  Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024: Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut: Keenam ciri tersebut dijabarkan sebagai berikut: Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya ...

Kurikulum Merdeka dengan Berbagai Keunggulan

Gambar
  Pada p eluncuran Kurikulum Merdeka secara daring, Jumat 11 Februari 2022,  Mendikbudristek menegaskan, tidak akan ada pemaksaan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka kepada sekolah. Belajar pada pengalaman sebelumnya, banyak sekolah lebih memilih kurikulum yang disederhanakan. Berpegang pada filosofi Merdeka Belajar, maka dalam pemulihan pembelajaran sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan diterapkan, apakah tetap menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, menggunakan kurikulum darurat, atau menerapkan Kurikulum Merdeka. Bagi sekolah yang memilih mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, maka dapat dilakukan sesuai dengan kesiapan masing-masing. Sekolah dapat  m enerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan. Jika sudah lebih siap, sekolah dapat menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan, atau bahkan dapat mengembangkan sendiri berbagai perangkat aj...

Latar Belakang Kurikulum Merdeka

Gambar
  Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendikbudristek melakukan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) untuk memitigasi ketertinggalan pembelajaran ( learning loss ) pada masa pademi. Hasilnya, dari 31,5% sekolah yang menggunakan kurikulum darurat menunjukkan, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi). Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi imp...